Pengalaman Pertama Naik Gunung (Tektok Gunung Luhur)

Dipublikasikan 1 minggu yang lalu 3 min read

Kategori Wisata

Halo cuy! Konten kali ini bakal terasa fresh banget, karena gue mau nyobain hal baru, yaitu naik gunung. Gue lalui Minggu, 2 Mei 2026. Gue dapet referensi gunung ini dari postingan temen gue, yang gue telusuri katanya, gunung ini ramah banget buat pemula karena treknya nggak sulit dan nggak terlalu jauh buat ditempuh (bisa tektok). 

Untuk lokasi Gunung ini ada di Gunung luhur, Kec. Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, atau bisa klik disini Google Maps , untuk Harga Tiket Masuknya disini dikenakan Rp. 25.000.

Dari dulu gue udah pengen banget naik gunung, tapi gue belum ada dorongan kuat untuk mencoba dan bingung juga mau mulai dari mana, kebetulan temen gue ngepost tentang gunung ini di ig-nya yang dimana gue ke-trigger untuk mencoba naik gunung untuk pertama kalinya. Selain itu hal yang mendorong gue bener-bener mencoba yaitu ya karena ini termasuk dekat dan terjangkau untuk dituju dari rumah gue, dan treknya yang mudah, itu lah yang bikin gue mau mencoba.

Sebelum mencoba gue tau betul naik gunung ini bakal menjadi hal yang cukup sulid untuk gue, kenapa? karena fisik gue yang gue tau betul pas pasan buat naik gunung, kok gue tau? karena sebelumnya gak lama gue coba treking curug yang treknya gak jauh, tapi fisik gue cukup tersiksa dengan perjalanannya, yang itu menjadi pengalaman yang realate. Dan nyatanya benar walau gunung ini kata orang gak sulid dan bisa di tektokin, tapi kaki gue bener-bener teriak gemetaran wkwk.

Gue bersukur untuk pertama kalinya gue coba naik gunung di Gunung Luhur ini , karena jika gue coba naik gunung yang lebih sulid dari ini, tentu gue bakal benar benar kewalahan, jadi gue tau harus bener-benar mempersiapkan diri gue, karena gue mau mencoba naik gunung lainnya yang belum gue coba misalnya Rinjani ye kan wkwk.

Gunung ini cukup oke untuk gue yang pertama kali naik gunung, treknya ramah pemula dan viewnya yang cukup bagus. yang kebetulan disini juga lagi musim bunga yang cocok banget didatengin bareng doi kalau ada:v. 

Oh ya saat gue naik ini itu di waktu libur, jadi banyak orang yang dateng kesini, yang dimana bakal kurang enak, pas sampe di puncak sulid untuk ambil momen karena setiap sudut dipenuhi orang dan juga ada antrian untuk ambil foto dipapan Puncaknya. Jadi kalau bisa naik dihari biasa aja jangan pas hari libur kalau mau lebih nyamana lagi.

Untuk lingkungannya itu cukup sejuk, dan yang baru gue tau juga dan denger dari orang yang lewat dan gue ber asumsi kalau di gunung itu cuaca gak bisa di prediksi, kadang hujan kadan cerah, terbukti saat naik turun itu cuaca gak nentu, pas naik cerah terus tiba-tiba berkabut, dan tiba-tiba hujan juga jadi ya gak bisa diprediksi, jadi ya harus siap-siap, yang untungnya nya gue bawa jas hujan itu pilihan yang bijak dan berguna banget.

 

 

Selain itu pakaian juga harus dipersiapkan, terutama sepatu siapin sepatu yang lebih proper untuk naik gunung yang dimana treknya gak nentu yang bisa bener-bener berbahaya, jadi harusnya jgn ragu pakai sepatu yang bagus dan gak perlu takut kotor karena bisa dicuci, luka enggak bisa, dan jgn lupa outfit yang oke buat naik gunung. Dengan modal pengalaman ini, gue jadi pengen coba naik gunung-gunung lainnya yang jauh lebih bagus Seperti Rinjani, Bromo dll. 

Sekian cuy.....

 

Tinggalkan komentar

Nama yang akan ditampilkan pada komentar.

🔔 Email opsional untuk menerima notifikasi balasan.

Tulis komentar Anda dengan jelas dan tetap sopan.