Tulisan ini adalah catatan gue soal workflow vibe coding yang efektif dari berbagai sumber, fokusnya menerpakan AI, AI Agent atau AI Asistant sebagai coding tools.
Dengan mengombinasikan banyak cara yang efisien itu jauh lebih asik dari pada terpaku sama satu metode aja. Makanya, gue buat post ini buat acuan gue sendiri pas lagi ngoding. Dan bakal gue update terus selama gue dapat referensi yang bagus dan bagus untuk dicatat.
Ternyata pada penerapannya gak sesimple, memberi perintah lalu mendapatkan hasil, tapi lebih dari pada itu, ada cara yang baik untuk menggunakan AI sebagai coding tools yang efektif dan presisi, agar mendapatkan hasil yang sesuai. Ini merupakan salah satu alur yang bisa diterpakan yang gue pelajari di YT PZN.
Metodologi
Planning
- Buat planning sebagai dasar agar AI tidak keluar dari konteks yang kita inginkan. Planning tidak sempit hanya untuk code generation, tapi bisa juga untuk scaffolding project, code review, debugging, dan lain-lain.
- Planning dibuat dengan AI paling bagus, pekerjaan high level lebih baik dikerjakan oleh AI bagus/mahal.
- Semakin spesifik deskripsi semakin bagus, tapi pastikan tidak meng-generate code karena sifatnya hanya perencanaan atau ide saja.
- Planning bisa ditulis sebagai file atau submit sebagai issue, contoh GitHub issue sebagai acuan generate code dan sebagai history, standar industri kerja berdasarkan tiket makanya dibuatkan GitHub issue.
- Kita bisa menggunakan planning sebelumnya sebagai planning baru agar lebih cepat dalam development (mengubah bagian yang perlu).
Scaffolding Project
- Buatkan deskripsi planningnya. Jelaskan stack, struktur code, file naming, dan formatting di sini, buatkan sedeskripsi mungkin sebagai dasar pengembangan ke depannya.
Code Generation
- Gunakan AI murah untuk generate code berdasarkan planning dari AI mahal. Semakin detail planning semakin bagus, agar hasilnya tidak general.
Code Review
- Code review bisa menggunakan AI. Gunakan AI model berbeda dari planning untuk code review, itu praktik yang bagus.
Debug & Troubleshooting
- Kita bisa gunakan AI untuk mengetahui kenapa bisa terjadi masalah atau bug, dan memperbaikinya.
Unit Test
- Selain sebagai code generation, kita bisa menggunakannya untuk membuat skenarionya unit test walau sama-sama code, tapi fokusnya membuat test dan menjalankannya.
Documentation
- Gunakan untuk membuat documentation baik readme, doc API, atau bahkan on code pada function dan class.
Learning & Explanation
- Gunakan AI sebagai media pembelajaran selain dari pada code generation.
Tips Vibe Coding
- Berikan konteks yang jelas.
- Selalu review hasil kerja, jangan blindly accept, itulah pembeda vibe coding dan vibe engineering.
Yang Perlu Diwaspadai
- Halusinasi, generate code yang salah, sebab tidak memberikan konteks yang jelas.
- Jangan paste sensitive data, keamanan itu ada di tangan orangnya, bukan AI-nya.
- Pastikan referensi dan minta feedback dari arsitektur digunakan, agar AI tidak generate sendiri (halusinasi atau AI ngarang).
Masukan
- AI bukan pengganti programmer, tapi power multiplier.
- Programmer yang menggunakan AI > Programmer yang tidak.
Notes selanjutnya.
AI Agent
AI Asistant
AI Agent SKillS
MCP
Referensi
Belajar Vibe Coding untuk Programmer - YT - Programming Zaman Now